Selasa, 18 Desember 2012

Pengaruh Film Animasi Terhadap Cara Berpikir Anak.




Ø  Identitas Penulis                       
·        Nama                                       : Tiara PuspitaDewi
·        NPM                                       : 1176006006
·        Kelas                                       : TI A
·        Tempat Tanggal Lahir               : Tasikmalaya 12 Pebruari 1993
·        Fakultas                                   : Teknik
·        Jurusan                                     : Teknik Informatika

A.        Judul                                        : Pengaruh Film Animasi Terhadap Cara Berpikir Anak.
B.         Permasalahan                          
1)      Latar Belakang             :
·        Film animasi adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Film animasi pada dasarnya didasarkan pada cerita-cerita berbau fantasi. Oleh karena itu, anak-anak sangat menyukai film animasi yakni film kartun sebab mereka menggunakannya sebagai wadah untuk berfantasi dengan gambarnya yang unik dan lucu. Fantasi bahkan menjadi unsur yang mendukung meningkatnya kreatifitas anak.
“Kodrat fantasi pada umumnya bersumber pada keinginan anak-anak dan kebebasan dan merupakan kebutuhan tertentu yang ada pada dirinya.Dominasi untuk berfantasi dalam kehidupan anak sangat besar.(Sarumpaet, 2001: 1996)”
·        Tetapi film animasi di Indonesia seharusnya ada penyaringan , karena di dalam film animasi terdapat penyajian komersialisme, kekerasan, sikap anti-sosial , stereotip dan lainya. Banyaknya film animasi yang ditayangkan di Indonesia yang berasal dari luar yang di dalamnya terdapat unsur negatif tidak disaring dahulu yang dapat merusak  cara berpikir dan prilaku anak mereka. Masalah Banyaknya film animasi anak-anak yang mengajarkan / mempengaruhi cara berpikir anak sehingga banyak anak-anak yang berpikir tidak sesuai dengan kenyataan dan norma yang ada ( kelakuan baik ).
·        Film animasi juga berperan besar dalam pendidikan hal ini terlihat dengan adanya pesan-pesan moral dan sikap yang disampaikan oleh animator kepada anak anak untuk melakukan hal yang baik contohnya film animasi upin dan ipin. film animasi yang berperan besar dalam bidan kormesil hal ini biasanya film animasi kartun bersifat imajinatif / khayalan belakang dimana animasi ini hanya lebih mementingkan memacu adrenalin anak secara psikologis sehingga anak dapat suka dan menjadi addic / kecanduan untuk menontonya,dan  manfaat agar anak-anak dapat berkembang dengan maksimal dan cara berpikir mereka sesuai dengan kenyataan dan norma yang berlaku ( kelakuan baik). Baik dan tidaknya atau tersampaikan  dan tidaknya pesan dan makna yang ada di dalam film animasi tergantung dari empat hal diantaranya adalah dari jenis cerita, struktur narasi, segi penokohan dan juga segi ekspresi. Tujuan film animasi yang berkembang bukan hanya sekedar sebagai media penghibur saja, melainkan sebagai pemberi pesan moral, memberikan informasi, kritikan terhadap suatu hal maupun sebagai pemaparan terhadap suatu kejadian tertentu.
·        Namun tidak semua film animasi kartun bisa dinikmati oleh anak-anak. Ada beberapa film animasi kartun luar yang memang diperuntukkan remaja dan dewasa. Menurut Rachmad Widodo, yang membedakan film animasi kartun anak-anak dengan film animasi kartun dewasa adalah pada penokohan, tema cerita, dan pesan atau amanat. Hal itu dapat dilihat dari beberapa stasiun televisi lokal yang menayangkan film animasi kartun, terlebih dahulu memberikan peringatan berupa simbol-simbol berdasarkan kelompok umur yang tertera diatas layar kaca. Simbol-simbol itu diantaranya BO (bimbingan orangtua), A (anak), R (remaja), D (dewasa), dan SU (semua umur). Simbol-simbol tersebut digunakan untuk membatasi penonton tayangan televisi.
·        .Kita mengetahui bahwa aktivitas seseorang yang di sekitar anak-anak menjadi contoh untuk menyelesaikan masalah .Di Indonesia banyak anak anak yang menonton film animasi dari yang mendidik sampai yang hiburan . Tetapi tanpa disadari film animasi tersebut mempengaruhi cara berpikir sang anak . Dimana anak anak akan sering menganggap bahwa dirinya super hero atau dapat melakukan hal-hal yang ada di dalam film kartun tersebut .Tokoh film animasi ini tanpa disadari sering kali di ikuti oleh anak-anak sehingga anak-anak pun dapat menyelesaikan masalah / apapun yang dihadapinya dengan cara-cara seperti dalam film kartun yang mereka tonton . contohnya naruto , shincan , upin dan ipin , spongebob , one piece ,dan masih banyak lagi


2)      Rumusan Masalah
·        Apa dasar dari pembuatan film animasi sehingga anak-anak menyukai film animasi tersebut?

·        Apakah pemerintah di Indonesia sudah melakukan penyaringan terhadap film animasi yang berasal dari luar yang terdapat unsur-unsur negatif?dan apa saja unsur-unsur negatif tersebut?

·        Apa dampak film animasi bagi perkembagan cara berpikir anak-anak masa kini?dan apa peranan dan manfaat film animasi tehadap anak sebagai penonton?

·        Apa yang membedakan film animasi untuk anak-anak dan dewasa?hal/simbol-simbol apa saja yang menayangkan film animasi di televisi sebagai pembeda film animasi anak-anak dan dewasa?

·        Siapa tokoh-tokoh film animasi yang secara tidak sadar diikuti oleh anak-anak?

3)      Batasan Masalah
Berdasarkan hasil identifikasi dan perumusan masalah yang telah disebutkan, permasalahan yang ada kemudian dibatasi. Hal tersebut bertujuan agar masalah yang dikaji dan diteliti tidak meluas. Batasan masalah yang diteliti diantaranya adalah sebagai berikut :
·        Film animasi didasarkan pada cerita-cerita fantasi yang bertujuan untuk menarik perhatian anak sehingga anak-anak sangat menyukai film animasi.

·        Film animasi di Indonesia beraneka ragam, tetapi didalamnya terdapat unsur negatif yang mampu merusak moral anak.

·        Dampak yang terjadi pada film animasi yang buruk adalah cara berpikir anak yang tidak sesuai dengan umur/keadaan, dan disisi lain film animasi juga sangat beperan dan bermanfaat bagi anak, misalnya berperan dalam bidang  pendidikan dan bidang komersil yang bersifat imajinatif.

·        Menganalisis hal-hal tentang film animasi yang diperuntukkan untuk anak-anak dan dewasa serta simbol-simbol apa saja yang membedakan film animasi anak-anak dan dewasa yang ditayangkan di televisi.

·        Mengetahui tokoh film animasi yang sering diikuti anak-anak untuk memecahkan masalah dengan cara-cara seperti dalam film kartun yang mereka tonton . contohnya naruto , shincan , upin dan ipin , spongebob , one piece ,dan masih banyak lagi.

                          
C.        Tujuan
·           Mengetahui dasar pembuatan pada film animasi.
·           Mengetahui bagaimana film animasi yang ada di Indonesia.Serta unsur-unsur  negative film animasi tersebut.
·           Mengetahui pesan moral, peranan , dan tujuan dari film animasi sebagai cara berpikir anak.
·           Menganalisis simbol-simbol yang membedakan film animasi untuk anak-anak dan dewasa yang ditayangkan di televisi.
·           Mengetahui beberapa tokoh kartun yang selalu diikuti anakanak dalam memecahkan masalah.

D         Penyelesaian Masalah
1)      Usulan Penyelesaian Masalah
·        Usulan pembuatan proposal penelitian ini adalah Seharusnya pemerintah menyediakan sebuah lembaga yang compete yang mendidik calon-calon animator agar membuat animasi yang mendidik dan sesuai dengan norma norma yang berlaku saat ini. Seharusnya ada lembaga yang menampung semua animasi yang ada sehingga animasi apapun dapat ditampung dan dipertunjukan secara khusus / sesuai umur . jika animasi yang baik dan dapat menjadi inspirasi maka lembaga ini akan mempublis karya tersebut untuk anak anak. Seharusnya ada pengajar yang lebih peduli terhadap norma norma yang ada dan bukan hanya dari sisi kormersil saja. Sangat disarankan agar membuat suatu kelompok untuk para orang tua dalam satu RT/RW sehingga orang tua bersama sama anak mennton sebuah tayangan film animasi bersama dan mengajarkan kepada anak cara untuk bersosialisasi dalam menyelesaikan suatau masalah yang ada

2)      Langkah-langkah penyelesaian masalah
a)      Studi pustaka.
Studi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari dan memanfaatkan referensi atau buku-buku yang berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk mendapatkan data yang akan digunakan sebagai landasan dalam membahas kenyataan yang ditemui dalam penelitian dan mempertanggung jawabkan evaluasi dalam pembahasan masalah.
b)      Observasi.
Observasi merupakan pengamatan secara langsung terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Menurut Nawawi dan Martini ( 1991 ), observasi adalah  pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.
c)      Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data oleh peneliti melalui wawancara secara langsung antara peneliti dengan informan untuk mendapatkan informasi secara lisan dengan tujuan memperoleh data yang dapat menjelaskan ataumenjawab permasalahan dalam penelitian.
d)      Metodologi
Penelitian ini digunakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu metode atau cara meneliti yang bertujuan mendapat gambaran untuk menjawab permasalah.Dimana data yang dikumpulkan berupa kata-kata atau bahkan gambar bukan angka-angka.Data diperoleh dengan menggunakan metode pengumpulan data untuk untuk memperoleh data atau teori yang mendukung penelitian dari berbagai macam sumber misalnya wawancara.


Daftar Pustaka



0 komentar:

Poskan Komentar